Sabtu, 08 November 2014

KSAL Respons Positif Konsep Jokowi tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

14 Juli 2014 - 08:25:07
Peluncuran Buku Sea Power Indonesia karya KSAL Laksamana TNI Marsetio. (Foto: Benny Syahputra)

Penulis: Adityo Nugroho
Jakarta, JMOL ** Wacana Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang disampaikan Joko Widodo saat debat capres beberapa waktu lalu mendapat respons positif dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Marsetio.
Ditemui saat berbuka puasa bersama antara TNI dan mahasiswa di Balai Sudirman, Jakarta (11/7) lalu, KSAL menyatakan, sangat bagus dan mendukung wacana tersebut.
“Yang jelas begini. Di era saat ini, kita sebagai Negara Maritim memerlukan suatu rencana (konsep) yang besar untuk menjadi Negara Maritim yang besar,” kata Marsetio.
Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, menurut KSAL, sejalan dengan konsep yang ia tulis dalam buku Sea Power Indonesia. Namun, KSAL tidak menjelaskan secara detail, bagaimana langkah-langkah mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
“Pada intinya, kita harus memanfaatkan laut untuk kepentingan bangsa Indonesia; bukan untuk kepentingan bangsa asing,” paparnya.
Dapat disimpulkan, ketika bangsa Indonesia memanfaatkan laut untuk kepentingan nasionalnya maka prospek Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia semakin nyata.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, arti laut bagi bangsa Indonesia ialah sebagai media pemersatu, media pertahanan, media perhubungan, dan media pemanfaatan sumberdaya.
Lebih lanjut, KSAL menuturkan, pemanfaatan seluruh aspek itu dapat terwujud jika ditopang dengan pertahanan laut yang kuat. Ia mengharapkan, ke depannya potensi kekuatan laut akan menjadi prioritas.
“Saya sudah jelaskan dalam buku Sea Power Indonesia, bagaimana potensi kekuatan laut kita harus diperkuat dan menjadi prioritas ke depan. Dalam hal ini, TNI sendiri dengan kekuatan lautnya harus diperkuat. Selain itu, kekuatan daratnya dan kekuatan udaranya juga harus diperkuat. Sehingga jelas angkatan laut benar-benar menjadi penopang bagi terjaminnya stabilitas keamanan di laut,” pungkasnya.
Editor: Arif Giyanto.
http://jurnalmaritim.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar